Monthly Archives: May 2009

KESULITAN…!!!!!!!

KESULITAN…!!!!!!!

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah:5-6).
Jika kita membaca ayat ini, mengapa kita harus takut. Sebab jika saat ini kita
sedang sulit, maka esok kemudahanlah yang akan menghampiri kita. Ayat ini
sungguh memberikan inspirasi bagi kita yang sedang mengalami kesulitan, ayat
yang memberikan dorongan kepada kita untuk tetap bertahan, tetap semangat
dalam menghadapi hidup yang penuh kesulitan.
Kemudahan, atau pertolongan Allah SWT, akan datang. Tenanglah! Seperti
tenangnya Nabi Musa as. saat akan tersusul oleh pasukan Fir’aun, seperti
diceritakan dengan indah dalam Al Quran,
Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari
terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikutpengikut
Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa
menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku,
kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. (QS. Asy Syu’araa’:60-62).
Jika kita meneladani Nabi Musa as., kita juga bisa mengatakan “sesungguhnya
Allah bersamaku, Dia akan memberikan petunjuk kepadaku” saat kita ditimpa
masalah yang seolah-olah tidak akan bisa hadapi atau selesaikan. Jadi,
janganlah bersedih dan janganlah berputus asa saat kesulitan menghimpit kita,
karena dengan pertolongan Allah SWT, kemudahan akan datang kepada kita.
Jangan pernah terhimpit, karena keadaan akan berubah. Seperti sebuah lagu
dari mendiang Chrisye, Badai pasti berlalu. Tunggulah kemudahan tersebut,
sudah dijamin koq oleh Allah dalam Al Quran yang mustahil salah. Tentu saja
sambil mengharap pertolongan Allah dengan shabar dan shalat. Hari esok
adalah ghaib, kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, bisa saja esoklah datangnya kemudahan tersebut. Jadi selalu ada harapan di hari esok. Justru jika

kita tidak memiliki harapan di hari esok, artinya kita sudah sok mengetahui apa
yang akan terjadi esok hari. Kita menganggap esok hari akan seperti ini saja,
maka sama artinya kita mendahului ketentuan Allah SWT. Allahlah yang
menentukan hari esok akan seperti apa, dan kita memang tidak diberitahu. Bisa
saja besok hidup kita lebih baik. Besok, selalu ada harapan untuk kita.
Begitu juga dengan rezeki, mungkin saat ini begitu sulit karena akan ada
kemudahan setelah ini. Jangan sampai kita menyerah dengan cara tidak mau
mencari rezeki yang lebih besar karena takut kehilangan rezeki yang sudah ada.
Ada juga yang berharap kepada orang dengan cara menjilat dan merendahkan
diri dihadapan orang lain.
Allah sudah menyiapkan rezeki bagi kita, jadi meskipun saat ini serasa sulit,
sebenarnya sudah Allah siapkan untuk kita. Kemudahan akan kita dapatkan
setelah kesulitan ini.
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang
memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat
penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
(QS. Huud:6).

  • Hikmah Kesulitan

Daripada tenggelam dengan kesedihan akibat kesulitan, mengapa kita tidak
berusaha mengambil hikmah dengan cara berprasangka baik kepada Allah
SWT. Mungkin dengan datangnya kesulitan kepada kita, agar kita:
1. memiliki hati yang lebih kuat, sebab kesulitan menguatkan hati kita
2. sadar dengan segala kekurangan dan kesalahan sehingga kita bertaubat
dan dosa kita diampuni.
3. bebas dari rasa ‘ujub, kesulitan adalah bisa saja sebagai teguran karena
kita merasa bisa dan merasa pintar

Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci

Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci

Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis

tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.

Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu

memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri

mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak

terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat

gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan

berkata, “Kita pulang saja?”.

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta

garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan

ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia

memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya kebiasaan

seperti ini?” Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah

pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan

rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan

setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat

kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen

orang tua saya yang masih tinggal di sana.”

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si

gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya

itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu

kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan

rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si

gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya

nun jauh di sana , masa kecilnya dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat

juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka

berdua.

Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria

itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia

sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli… betul-betul

seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang

lelaki seperti itu!Kopi asin yang ada gunanya…

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,

sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia

selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,

ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang

disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat

yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan

kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang

aku katakan padamu … tentang kopi asin.”

Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu

itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit

sekali bagi saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah

merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir

bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk

berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya,

karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa

pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan

padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan

rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak

bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala

sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan

terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya,

saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku,

meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian

hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi

pakai garam?Si gadis pasti menjawab, “Rasanya manis.”

Kadang Anda merasa Anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain,

tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu

bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih

manis daripada gula.

jangan suka marah yaa…….

jangan suka marah yaa…….

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah.

(Riwayat Bukhori )

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

  1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
  2. Larangan marah.
  3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.